Si Bapak Lalu Hilang di Antara Mobil Tersendat

Dengan lengan yang dibungkus kain kaos lengan panjang, ia menyeka wajahnya. Ia menunduk sedikit. Ia lap lagi mukanya. Tiga kali ia mengusap durjanya. Sampai sudut-sudut rupanya kering oleh butir-butir keringat. Rautnya tampak segar kemudian.

Lengan kaosnya yang berwarna abu-abu tampak gelap oleh usapan keringat. Kaos itu polos. Hanya ada tulisan NYC LIFE yang begitu halus di bagian dada sebelah kirinya. Warna lengan kaos yang dilap keringat itu tampak begitu kontras.

Lalu senyumnya menyumbar kepada penjual bakso di samping kirinya. Ia tampak mengajak penjual bakso mengobrol. Lalu terlihat menunduk. Ia sedang berusaha mengangkat tas selempang yang ia taruh tadi di samping gerobak bakso.

Sebenarnya tidak tepat disebut tas. Karena hanya kumpulan beberapa plastik yang dilapis-lapis. Plastik itu dua warna. Merah dan putih. Jika belanja di supermarket, Anda akan mendapatkan plastik yang agak tebal kalau belanjaan cukup banyak. Begitulah model plastiknya.

Tali tas itu pun tampak alih fungsi dari tali ikat pinggang. Ikatan sambungan tali ikat pinggang itu dengan plastik begitu tebal.

Urat di dahi dan pelipis matanya tampak saat tas plastik itu mulai terangkat. Dia dan si penjual bakso masih mengobrol sambil merapikan letak tas plastiknya pas di samping kanan. Talinya melingkar dari pundak kiri menyilangi dada turun ke pinggang kanan. Obrolan mereka membuat parasnya terlihat semringah. Gigi putihnya memancar.

Setelah tas plastiknya kukuh menempel di pinggul kanan, ia menunduk lagi. Mengangkat kardus. Kemudian ia seperti mengucap kata izin lanjut berjualan kepada si penjual bakso.

Tangan kanannya memegang dua botol minuman. Diangkat setinggi pundak. Tangan kirinya mengangkat kardus berisi cemilan. Dimiringkan ke depan, sehingga tampak isinya. Ia mendekati mobil-mobil yang sedang menunggu jalan dibuka menuju puncak, Bogor. Setiap kali ia mendekati kaca pintu mobil, ia condongkan tubuhnya.

Bapak itu lalu hilang di antara mobil-mobil yang tersendat. Kami lanjut menimbun kesabaran menunggu jalan arah puncak mendapat giliran untuk dibuka.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s